Ilmu Kedokteran

Kumpulan Artikel Ilmu Kedokteran dan kesehatan

Konsep Dasar Komunitas Dengan Anak Usia Sekolah

7 Desember 2010 by Ilmu Kedokteran · No Comments · Kesehatan Masyarakat

Konsep Dasar Komunitas Dengan Anak Usia Sekolah
Definisi
Komunitas dengan anak sekolah dimulai sejak keluarga tersebut memiliki anak pertama berusia 6 tahun dan mulai masuk SD dan berakhir pada usia 13 tahun awal masa remaja.

Tugas Perkembangan
1. Menyediakan aktifitas untuk anak
Untuk membantu kreativitas :
a. Menyediakan perlengkapan sekolah.
b. Mengikutsertakan anak pada ekstrakulikuler, les, kursus, dengan pengarahan/bimbingan orang tua.
c. Memberikan sarana bermain yang sesuai usia.
d. Memberikan bimbingan rohani baik didalam maupun diluar rumah.

2. Biaya Meningkat
Anak sudah sekolah membutuhkan biaya yang cukup besar anggaran rumah tangga membengkak perlu pengaturan rumah tangga yang baik.

3. Kerjasama untuk penyelesaian kerja anak diajarkan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya (baik tugas sekolah maupun tugas rumah). Penting untuk menumbuhkan kemandirian dan kedisiplinan anak.

4. Memperhatikan kepuasan anggota keluarga dan pasangan
Keharmonisan keluarga harus terjalin dengan baik, saling mengerti dan perhatian, menghargai kepentingan orang lain dan belajar untuk dapat mengenal orang lain.

5. Sistem komunikasi komunitas
- Diterapkan komunitas yang terbuka.
- Anak diberi kesempatan untuk berbicara mengungkapkan pendapatnya penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga anak tidak takut untuk bergabung dan dengan masyarakat.

6. Mensosialisasikan anak meningkatkan prestasi sekolah memupuk hubungan sebaya.
Membina hubungan anak dengan teman akan meningkatkan pola adaptasi anak terhadap lingkugan barunya.

7. Memelihara hubungan perkawinan yang memuaskan karena perkawinan dapat menimbulkan konflik-konflik yang dapat menurunkan keharmonisan.
Meningkatkan komunikasi yang terbuka dan saling mendukung dalam hubungan suami istri.

8. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga
Harus mengecek kesehatan anak secara berkala misalnya: fungsi pengliharan, pendengaran kemampuan berbicara. Tujuannya untuk mengantisipasi akibat/keadaan yang mungkin terjadi.

Cara Mencapai Tugas Perkembangan
a. Anak diberi motivasi untuk belajar, memperhatikan kebutuhan sosial anak.
b. Meningkatkan komunikasi yang terbuka dan mendukung hubungan suami istri, rekreasi orang tua saja.
c. Mengajarkan dan membiasakan cara hidup sehat.
d. Memberikan tempat aktivitas yang nyaman.

Jenis Masalah Kesehatan Yang Sering Terjadi
a. 0 – 10 tahun
- Kecelakaan.
- Influenza (ISPA).
- Pneumonia.
- Malnutrisi.
- Gangguan gigi.

b. 13 – 19 tahun
- Kehamilan.
- Penyalahgunaan obat.
- Kecelakaan.
- Bunuh diri.

Penyebab Angka Kesakitan dan KF
a. Kecelakaan dan injuri.
b. Kanker.
c. Bunuh diri.
d. HIV, usia < 15 tahun.

Penyimpangan Lazim
a. Prestasi sekolah menurun.
b. Anak tidak mampu bersosialisasi.
c. Dapat terjadi perceraian.
d. Masalah kesehatan : penglihatan, pendengaran, pernafaasn.
e. Kesulitan belajar 10 – 30%.

Masalah Welnes
a. Meningkatnya kemampuan motorik.
b. Memulai fase industri.
c. Memulai pribadi yang berkemampuan.
d. Keinginan untuk aktivitas sosial.
e. Gembira dan puas dengan kemampuan diri.
f. Meningkatnya kemampuan berfikir kompleks.
g. Keberhasilan cita-cita di sekolah.
h. Meningkatkan kemampuan memilih alternatif.
i. Mulai bermain bekerja sama.
j. Meningkatnya interaksi sosial.

Terhadap Adaptasi
a. Mulai adaptasi di sekolah.
b. Bekerjasama dalam keluarga.
c. Adaptasi terhadap penyakit kronis.
d. Takut akan hospitalisasi.
e. Mulai menerima cara hidup terhadap perubahan fisik.

Masalah-masalah Pada Anak Usia Sekolah
Dipengaruhi oleh faktor :
a. Faktor internal anak.
b. Lingkungan rumah.
c. Lingkungan luar.

Masalah-masalah
1) Sulit Makan
Penyebabnya :
- Anak sakit.
- Bosan atau jenuh.
- Reaksi protes.
- Tidak kenal rasa lapar.
- Tidak pernah belajar makan dengan benar.
- Menu tidak bervariasi.

Intervensi :
- Jangan memaksa.
- Fokuskan perhatian anak saat makan.
- Berikan porsi yang sesuai.
- Jangan memarahi anak.
2) Tidur Berjalan/Berbicara
Intervensi :
- Kunci pintu, jendela, amankan benda yang berharga.
- Panggil nama dengan lembut, orientasikan tempat saat itu.
- Beri penjelasan bahwa anak tidur berjalan.
- Beri keyakinan agar anak tenang, hindari anak dari kelelahan.
3) Motivasi Belajar Menurun
Penyebab :
- Harapan orang tua yang terlalu tinggi.
- Percaya diri anak kurang.
- Orang tua terlalu menuntut.
- Orang tua tidak berminat pada kehidupan anak.
- Orang tua permisif/serba boleh.
- Masalah fisik.

Konsep Dasar UKS
Pengertian
UKS adalah wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin (Purnomo Anantan, 2006).

Tujuan UKS
1. Meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik.
2. Meningkatkan perilaku sehat peserta didik.
3. Meningkatkan derajat kesehatan peserta didik maupun keluarga belajar dan menciptakan lingkungan yang sehat.
4. Memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

Sasaran UKS
1. Sasaran UKS adalah pendidikan formal dan non formal pada setiap jalur dan jenis pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai sekolah menengah atas termasuk perguruan agama serta lingkungannya.

2. Sasaran Pembinaan UKS
a. Peserta didik.
b. Pembina UKS :
1) Pembina teknis (guru dan petugas kesehatan).
2) Pembina non teknis (pengelola pendidikan dan karyawan sekolah).

c. Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.

d. Lingkungan
1) Lingkungan sekolah.
2) Lingkungan keluarga.
3) Lingkungan masyarakat.

Ruang Lingkup Pembinaan UKS
1. Ruang Lingkup UKS
Adalah ruang lingkup program yang tercermin dalam Tri Program UKS (Trias UKS), yaitu sebagai berikut :

a. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan yang meliputi :
- Pengetahuan tentang dasar-dasar pola hidup bersih dan sehat.
- Sikap tanggap terhadap persoalan kesehatan.
- Latihan atau praktik kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

b. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam bentuk :
- Pelayanan kesehatan.
- Pemeriksaan murid.
- Pengobatan ringan, P3K dan P3P.
- Pengawasan warung sekolah.
- Penetapan pelaporan tentang keadaan penyakit.

c. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, berupa :
- Penghijauan.
- Air bersih.
- Kebun atau apotek hidup.
- Halaman bersih.
- Pemberantasan sarang nyamuk.

2. Ruang Lingkup Pembinaan UKS
Meliputi :
a. Penyusunan rencana dan program UKS.
b. Pelaksanaan dan pengendalian program UKS.
c. Penelitian dan pengembangan.
d. Monitoring, evaluasi dan pelaporan.
e. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi.
f. Organisasi, ketenagaan, sarana dan prasarana serta pembiayaan.

Program Pokok UKS (Trias UKS)
Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin, diantaranya adalah :
1. Pendidikan Kesehatan
Adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai, selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental, sosial dan lingkungan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang akan datang.

a. Tujuan Pendidikan Kesehatan
- Mengetahui cara hidup sehat dan teratur.
- Memiliki prinsip hidup sehat.
- Memiliki kemampuan menalarkan prilaku untuk kehidupan sehari-hari.
- Meningkatkan tumbang.
- Memiliki prinsip kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memiliki daya tangkal dari luar.

b. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
- Kebersihan dan kesehatan pribadi, seperti: menjaga kebersihan kulit dengan cara mandi dengan benar.
- Memelihara kebersihan kuku.
- Memelihara kebersihan rambut dengan cara pencucian rambut, pemangkasan dan menyisir.
- Memelihara kebersihan dan kesehatan mata.
- Memelihara kebersihan mulut dan gigi.
- Memakai pakaian bersih dan serasi.
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
- Makan makanan yang bergizi.

c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan
- Keteladanan dan dorongan.
- Hubungan guru dan orang tua peserta didik.

2. Pelayanan Kesehatan
Yang biasanya dilakukan di sekolah, antara lain :

a. Promotif/Penyuluhan Kesehatan
Dengan cara latihan keterampilan peserta didik :
- Membentuk dokter kecil.
- Kader kesehatan anak sekolah.
- PMR.
- Saku Bhakti Husada/Pramuka.
- Pembinaan warung sehat sekolah.
- Lingkungan sekolah yang terpelihara dan PHBS.

b. Preventif/Pencegahan
- Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak yang baru masuk sekolah.
- Pemantauan peserta didik.
- Imunisasi peserta didik kelas 1 dan 6 SD.
- PHBS dan P2M.

c. Kuratif dan Rehabilitatif/Penyembuhan dan Pemulihan
- Diagnosa dini.
- Pengobatan ringan.
- Pertolongan pertama pada kecelakaan dan penyakit.
- Rujukan medis.

3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
a. Program Pembinaan Lingkungan Sehat
- Penyediaan air bersih.
- Pemeliharaan tempat penampungan air bersih.
- Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah.
- Pengadaan dan pemeliharaan air limbah.
- Pemeliharaan WC/kakus/urinair.
- Pemeliharaan kamar mandi.
- Pemeliharaan kebersihan dan kerapian ruangan kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, dan tempat ibadah.
- Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah (termasuk penghijauan sekolah).
- Pengadaan dan pemeliharaan.
- Pengadaan dan pemeliharana pagar sekolah.

Konsep Dasar Tumbang Balita
Pengertian
Balita adalah anak-anak dibawah usia 5 tahun.

Faktor Yang Mempengaruhi Tumbang
a. Peran dalam kelompok/teman sebaya
- Mempengaruhi terbesar pada perkembangannya.
- Teman sebaya membolehkan individu untuk mencoba bahkan gagal dalam keterampilan baru, mengesahkan pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, konsep dan konsep, menerima sambutan dan dukungan sebagai pribadi yang unik oleh temannya.
- Sebaliknya teman sebaya bisa menekan individu menjadi tidak bergembira, sehingga menimbulkan rendah diri.

b. Kondisi fisik yang sehat
Nutrisi mereka sangat berpengaruh terhadap tumbang anak.
c. Peran dalam keluarga
Nilai-nilai, norma-norma, ide-ide dalam keluarga akan membentuk kepribadian anak sendiri.

Masalah Yang Sering Terjadi Pada Balita
a. Tumbuh kembang terganggu.
b. Gizi buruk sedang-berat.
c. Diare.

Diagnosa Keperawatan Yang Muncul Pada Kelompok Balita
a. Kurang gizi/gizi kurang kurang-sedang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi balita.
b. Diare berhubungan dengan kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan balita dengan diare.

Rencana Kegiatan
a. Penyuluhan gizi balita.
b. Penyuluhan tumbang.
c. Pelatihan kader balita.
d. Lomba balita sehat.
e. Penyuluhan tentang diare.
f. Lomba konseling.

Tags:

No Comments so far ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment